Pak Try Sutrisno Ditemani Keluarga Nikmati Selat

Standar

try-anak600

BANYAK sosok public figure, termasuk artis dan pejabat, pernah menikmati makanan di Warung Selat Mbak Lies, namun kehadiran figur yang satu ini mengagetkan saya. Dialah Try Sutrisno, mantan wakil presiden, yang datang ke Warung Selat Mbak Lies pada hari Sabtu (26/1/2013) pagi menjelang siang lalu.

Saya kaget karena  sosok yang akrab disapa Pak Try tersebut ternyata bersedia datang ke warung makan istri saya.  Dia memang tak lagi menjabat di pemerintahan, dan sudah sepuh, namun   atributnya tak main-main : mantan wakil presiden!

Tentu Pak Try tak datang sendirian. Ia ditemani, antara lain, Ny Try Sutrisno, seorang anak lelaki dan menantu. Adapun anak lelaki Pak Try, yang bernama Letkol Inf Kunto Arif Wibowo, adalah komandan Brigif 6 Kostrad, yang markasnya berada di Mojolaban, Kabupaten Karanganyar, Jateng.

“Saya ingin merasakan Selat Solo,” kata Pak Try ketika saya tanya alasannya datang ke warung makan istri saya, yang berlokasi di Serengan Gang II/42, Serengan, Solo, Jateng, telepon 0271- 653332 ini.

Pak Try sungguh ramah. Ia pun tak tampak galak. Saat saya ajak ngobrol, Pak Try banyak tersenyum dan tertawa. Ia tak keberatan ketika hendak saya potret, tetapi mengingatkan agar tak diprotet saat makan. “Kalau sedang makan dipotret nggak bagus,” ujarnya, kemudian tertawa.

try-keramik600

try-ny-anak600

Ia juga bersedia menandatangani sebuah piring hias yang disodorkan istri saya, sebagai kenang-kenangan bahwa Pak Try pernah makan di Warung Selat Mbak Lies.  Sambil duduk bersama Kunto Arif Wibowo, Pak Try tampak serius menorehkan kalimat di atas piring.  Ny Try  Sutrisno pun sempat mendekat, sambil berdiri, menyaksikan sang suami menulis di atas piring.

try-minil-dkk600

Pak Try dan rombongan menikmati, antara lain, menu Selat Solo dan es degan.  Selesai makan,  Pak Try hendak meninggalkan Warung Selat Mbak Lies. Beberapa pembeli di warung makan istri saya kemudian mengenali sosok Pak Try, dan meminta foto bersama. PakTry pun, dengan senang hati, melayani permintaan tersebut. Termasuk, ketika istri saya dan beberapa pekerja warungnya mengajak berfoto bersama di depan warung.

try-mobil600

Sesudah menghabiskan waktu sekitar 10 menit untuk melayani permintaan berfoto bersama, Pak Try menuju mobil dinas anaknya, yang sudah disiapkan seorang sopir di gang depan Warung Selat Mbak Lies. Ia pun tak langsung masuk mobil berwarna hijau tentara tersebut. Pak Try berdiri di samping mobil, dan melambaikan tangan. Sesudah itu ia masuk mobil, dan saat mobil mulai berjalan Pak Try kembali melambaikan tangan seraya tertawa…. (*)

(*)

Iklan

Shanty Ajak Anak Nikmati Selat MBak Lies

Standar

SHANTY (34), yang sejak sekitar dua tahun lalu bermukim di Hongkong setelah menikahi  bankir asal Ekuador, Sebastian Peredes, muncul di Solo, Selasa (6/11).  Penyanyi yang juga mantan disc jockey MTV bernama lengkap Annissa Nurul Shanty Kusuma Wardhani Heryadie ini antara lain terlihat di warung makan Warung Selat Mbak Lies, di Kampung Serengan II/42.

Penyanyi berkulit hitam dan berambut panjang tersebut tentu saja membawa anak semata wayangnya, Arjuna Lucio Parades, yang masih berusia 20 bulan. Shanty ditemani sang ibu, yang mengenakan kerudung, dan seorang baby sitter.

“Selat Mbak Lies manis, dan sedap,” demikian pujian yang ditulis Shanty  di atas sebuah piring hias, ketika diminta menorehkan komentarnya tentang menu yang ia santap.

Tatkala  diajak berfoto bersama oleh beberapa karyawati Warung Selat Mbak Lies, perempuan yang pernah bermain apik dalam film berjudul Berbagi Suami ini tak keberatan. Ia melayani ajakan tersebut. “Tapi jangan lama-lama, ya, soalnya saya buru-buru,” katanya.

Mengenakan kaos putih dipadu celana panjang doreng dan sepatu merah, Shanty tampak tampil santai. Ia sempat mengajak sang anak bercanda di depan Warung Selat Mbak Lies.  (*)

Novita Angie : Selat Mbak Lies, Juaranya Selat

Standar

PERTUNJUKAN sendratari  Matah Ati, di Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo, Sabtu (8/9/2012) sampai Senin (10/9/2012) malam, tak hanya menyedot ribuan penonton lokal. Para artis dari Ibu Kota pun rela terbang ke Solo demi menyaksikan sendratari kolosal yang didukung 250 penari dan sekitar 1.650 kru tersebut.

Satu dari artis-artis itu adalah Novita Anggraeni, yang lebih dikenal dengan nama Novita Angie (37). Artis peran, model, dan pembawa acara ini terlihat di Solo sejak Sabtu (8/9/2012). Sebelum menyimak Matah Ati, yang digelar malam hari, Novita Angie dan beberapa kawannya menikmati kuliner Solo, termasuk menu selat Solo di Warung Selat Mbak Lies, Sabtu siang.

Mengenakan baju putih bergaris-garis hitam,  artis berambut panjang ini mengaku sudah beberapa kali merasakan menu selat-Solo. “Tapi biasanya di warung- warung makan kecil, bukan di warung bagus begini. Ini juaranya selat,” puji Novita, yang antara lain ditemani Sita Nursanti, penyanyi yang pernah populer dengan trio Rida, Sita dan Dewi (RSD).

Ibu dua anak hasil pernikahan dengan jurnalis senior Tabloid Bola, Sapto Haryo Rajasa, tersebut mengaku senang menikmati kuliner di Solo. Novita Angie juga menyempatkan diri membeli serabi di Toko Serabi Notosuman, yang berlokasi relatif tak jauh dari Warung Selat Mbak Lies.  (*)

Parto Tertawa Lihat Seragam Pekerja Warung Selat MBak Lies

Standar

SAYA sedang berada dalam rumah, Kamis (30/8/2012) siang, ketika istri saya menelpon, dari depan rumah tinggal kami, yang juga menjadi warung makan istri, Warung Selat Mbak Lies. “Yah, ada Parto,” kata istri saya, Wulandari Kusmadyaningrum alias Lilis, melalui ponselnya ke ponsel saya.

Saya tidak segera ngeh. “Itu lho, Parto pelawak. Parto OVJ (Opera Van Java, Red),” istri saya menjelaskan.

Maka saya segera keluar dari kamar tidur, seraya menenteng kamera digital, menuju ke tempat istri saya yang sedang menjadi kasir di warungnya. Ternyata Parto bersama istri dan dua anak perempuannya berada di bekas garasi yang sejak beberapa waktu lalu telah disulap istri saya sebagai perluasan warungnya.

Demi etika, saya tak segera mendekat ke Parto. Ia belum menikmati makanan, masih menunggu pesanannya dilayani. Tentu tak elok jika saya mengganggunya. Sekitar 20 menit kemudian, setelah saya lihat Parto dan keluarganya selesai menyantap makanan, saya menuju ke meja mereka.

Kepada Parto dan istrinya, saya perkenalkan diri saya sebagai suami pemilik warung, yang juga bekerja sebagai jurnalis di Harian Tribun Jogja. Saya katakan juga, bahwa saya kebetulan di rumah karena sedang libur bekerja.

Setelah itu kami mengobrol cukup lama. Parto, yang datang ke Solo karena hendak jagong manten rekannya sesama awak OVJ, Nunung, mengaku tahu keberadaan warung makan istri saya dari sopir taksi yang ia kendarai dari tempatnya menginap, Hotel Paragon Solo.

“Saya bilang ke sopir agar dicarikan makanan yang enak, dan khas, ternyata dibawa kemari,” kata Parto, yang mengenakan kaca mata hitam, celana pendek motif kotak-kotak, dan kaos polo berwarna putih.

Parto dan keluarganya tampak happy. Dua anaknya pun senang melihat seragam para pekerja di warung makan istri saya. “Seragamnya lucu. Anak saya tadi tertawa terpingkal-pingkal melihat pelayan warung   pakai pakaian seperti dalam film Tom dan Jerry,” katanya, kemudian tertawa.

Kami mengobrol lumayan lama, sekitar 15 menit. Saya juga sempat meminta Parto membubuhkan tanda tangan pada sebuah piring hias, sebagaimana dilakukan artis-artis lain sebelumnya yang pernah mengudap di Warung Selat Mbak Lies.

Saat Parto hendak meninggalkan warung, sebagian pembeli mengenalinya. Maka, beberapa pembeli pun berebut mengajak Parto berfoto bersama. Ia dengan senang hati melayani ajakan tersebut. Termasuk ketika beberapa pekerja di warung makan istri saya mengajaknya berfoto bersama.

Tika Bisono Puji Selat Mbak Lies Yummy

Standar

TIKA Bisono (52), yang dahulu dikenal sebagai bintang penyanyi dan model, dan sehari-hari tinggal di Jakarta, muncul di Kota Solo, Minggu (10/6/2012). Selama di Solo, perempuan bertubuh kecil ini antara lain menikmati kuliner khas Kota Bengawan, yaitu menu selat Solo, di Warung Selat Mbak Lies.

“Dari dahulu saya pengen merasakan selat Solo,” ujar Tika Bisono, yang sekarang lebih populer sebagai psikolog, di sela menyantap makanan di warung makan berlokasi di Serengan Gang II/42, Solo, tersebut.

Putri Remaja Indonesia 1978 itu datang ditemani dua pria, yang salah seorang di antaranya ia sebut dengan nama Mas Ucup. “Saya tahu tempat ini karena ditunjukkan oleh Mas Ucup,” jelas Tika Bisono.

Ia tampak sangat menikmati racikan selat di warung milik Wulandari Kusmadyaningrum alias Lilies itu. “Rasanya yummy. Saya mesti kembali ke sini lagi suatu saat nanti,” pungkas Tika, yang pernah kehilangan buah hati, anak bernama Janika Ramadhani Putri, gara-gara demam berdarah.   (*)

Koki Cilik yang Bikin Heboh

Standar

HARI Rabu (25/4/2012) siang, pukul 14.30 WIB, kantor saya heboh. Beberapa kawan di kantor tertawa-tawa di depan pesawat televisi yang menayangkan acara Koki Cilik dari Trans7.  Apa istimewanya tayangan tersebut sehingga menyedot perhatian kawan-kawan saya di kantor, antara lain di bagian redaksi dan layout?

Tayangan tersebut istimewa karena berkisah tentang Rachquel, host Koki Cilik, yang menikmati makanan di warung makan istri saya, Warung Selat Mbak Lies. pada 6 April 2012. Selain menyantap menu andalan warung makan istri saya, Selat Solo, Rachquel juga menyaksikan cara meracik makanan khas Solo itu.

Kawan-kawan saya tertawa setiap kali menyaksikan istri saya muncul dalam tayangan tersebut. Mereka tertawa sambil memandang ke arah saya, yang duduk di atas kursi, tepat di depan pesawat televisi kantor. Sesekali, sebagian di antara mereka pun meledek saya. “Wah, lihat tuh, istrinya  Pak Jun masuk televisi.”

Mereka tahu, bukan baru kali pertama istri saya sebagai pemilik Warung Selat Mbak Lies masuk tayangan televisi, namun tetap saja mereka menggoda saya. Sebagaimana pernah saya tuliskan di blog ini, warung kami, yang berlokasi di Serengan Gang II/42, Solo, Jawa Tengah, itu berkali- kali dipakai syuting awak televisi dari berbagai stasiun televisi swasta.  (*)

Debby, dari Lombok ke Solo demi Selat Mbak Lies

Standar

WAJAH artis peran lawas, Debby Cynthia Dewi, masih tampak manis pada usianya yang 60 tahun. Ia juga masih sibuk ikut syuting untuk sinteron berjudul Asmara dan Cinta, yang pengambilan gambarnya antara lain dilakukan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Di sela kesibukannya tersebut, artis kelahiran Jakarta, 4 Agustus 1952, ini menyempatkan diri travelling dari Jakarta ke Kota Yogyakarta, dan Kota Solo, Jawa Tengah. Ia pun mengunjungi beberapa tempat wisata dan tempat-tempat kuliner, termasuk warung makan istri saya, Warung Selat Mbak Lies.

“Kemarin (Jumat, 23/3, Red) saya ke Yogyakarta, hari ini jalan-jalan di Solo,” kata Debby kepada saya,  seusai makan di Warung Selat Mbak Lies, di Serengan Gang II/42, Solo, Sabtu (24/3/2012) siang.

Selama bepergian ke beberapa tempat wisata dan tempat-tempat kuliner, Debby ditemani sejumlah kawannya, termasuk keluarga fotografer kenamaan, Darwis Triadi, yang tinggal di kawasan Kerten, Laweyan, Solo. Saat ke Warung Selat Mbak Lies, Debby, yang mengenakan kaos motif lorek-lorek dipadu celana jeans, bersama rombongannya naik minibus pribadi.

“Ini jalan-jalan dengan kawan-kawan. Mumpung belum masuk masa syuting lagi. Barusan kami syuting di Lombok,” ujar Debby, yang melambung lewat film Tiada Jalan Lain pada 1972, bermain dengan aktor terkenal dari Taiwan, Teng Kuang Yung, yang sangat populer di era itu.

Sambil berjalan ke minibus yang akan membawanya meninggalkan Warung Selat Mbak Lies, Debby memuji kelezatan Selat Solo hasil racikan Wulandari Kusmadyaningrum alias Mbak Lies, istri saya.  “Rasanya enak, lezat.  Pertahankan kelezatannya, ya,”  pesan Debby.  (*)

* Bisa Baca juga di Tribunjogja.com