Erna Santoso Sebut Selat Mbak Lies Yummy

Standar

erna

SELEBRITI tua maupun muda, penampilan mereka sering menarik perhatian publik.

Begitu pula halnya dengan Erna Santoso.

Meski telah berusia 61 tahun, Erna tetap tampil khas artis tatkala mengunjungi Warung Selat Mbak Lies.

Generasi milenial mungkin tidak mengenal Erna Santoso.

Beda dari generasi lama alias lawas alias generasi zaman dahulu alias generas djadoel.

Bagi yang belum tahu Erna Santoso, baiklah kita buka Wikipedia.

Erna Santoso lahir di Solo,  Jawa Tengah, 1 September 1956.

Dia adalah mantan model dan peragawati yang kemudian terjun main film.

Erna Santoso pernah menjadi peran utama dalam film “Cinta Abadi” pada tahun 1976.

Film tersebut  didukung oleh aktris ternama kala itu yaitu Ade Irawan, Dicky Zulkarnaen, Kusno Sudjarwadi, dan Marlia Hadi.

Disutradara Wahyu Sihombing,  film “Cinta Abadi”  membuat nama Erna Santoso dikenal oleh masyarakat luas. (*)

Iklan

Selat Mbak Lies Meledak! Kata Lolita Agustine

Standar

 

lolitaBEGINILAH gaya Lolita Agustine saat berada di Warung Selat Mbak Lies, di Solo, Jateng, 23 Februari 2017 lalu.

Siapakah Lolita Agustine?

Menurut Wikipedia, Lolita Agustine (26) lahir di Malang, Jatim, 21 Agustus 1991.

Aktris berkebangsaan Indonesia ini mengawali karier di dunia hiburan Indonesia ketika memerankan Mpok Enting di sinetron utamanya, Islam KTP (SCTV).

Lewat debut pertamanya di sinetron tersebut, Lolita berhasil mencantumkan namanya sebagai salah satu nominasi ajang SCTV Awards 2011 kategori Aktris Pendamping Ngetop.

Lolita pernah menjalani kuliah di Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Sastra Jepang Universitas Brawijaya, Malang.

Saat ini ia tengah fokus dengan kariernya sebagai presenter di beberapa program televisi. (*)

Ada Teuku Rafli dan Istri di Warung Selat Mbak Lies

Standar

eks-suami-tamara1

 

 

TEUKU Rafli dan istrinya menjadi selebriti yang ke sekian yang menikmati menu Warung Selat Mbak Lies.

Mereka datang ke warung makan di Serengan Gang II/42, Solo, Jateng, itu pada 24 April 2017 lalu.

Sudah relatif lama, tetapi saya baru sempat mengunggah foto mereka pada awal Agustus 2017 ini.

Sebagaimana selebriti lain yang pernah mengunjungi Warung Selat Mbak Lies, pasangan suami istri ini pun menuliskan kesan sekaligus tanda tangan mereka pada sebuah piring hias. (*)

 

 

Suami Ruth Sahanaya Tanya Kenapa Menu Selat Solo Dingin?

Standar

PENYANYI senior Ruth Sahanaya (49) dan suaminya, Jeffrey Waworuntu, menikmati makan siang di Warung Selat Mbak Lies di Kota Solo, Jateng, Minggu (24/4/2016).

Mereka datang bersama sekitar lima orang lain ke warung makan di Serengan Gang II/42, Surakarta,  ini.

“Mereka bilang baru datang dari Yogyakarta,” kata Ny Wulandari Kusmadyaningrum alias Lilies atau Mbak Lies, pemilik Warung Selat Mbak Lies, kepada TribunSolo.com, Minggu sore.

Menurut Mbak Lies, rombongan Ruth Sahanaya memesan menu, antara lain, nasi timlo ayam, es teh tawar dan es teh manis serta, tentu saja, selat Solo yang terdiri dari menu selat lidah, selat bistik, dan selat galantin.

Kemungkinan besar Jeffrey dan Ruth baru kali pertama merasakan menu selat Solo, yang merupakan sajian menu dingin (bukan panas seperti soto, bakso atau timlo ayam, misalnya).

Penyanyi Ruth Sahanaya di Warung Selat Mbak Lies.

Terbukti, Jeffrey sempat bertanya langsung kepada Mbak Lies tentang selat yang disantapnya.

“Tadi dia memanggil saya agar mendekat ke mejanya,” kata Mbak Lies.

“Mas Jeffrey tanya, mengapa menu selat ini dingin?” ujar Lilies.

Mendapat pertanyaan seperti itu, Mbak Lies pun menjawab bahwa selat Solo memang bukan menu panas, berbeda dari soto atau bakso.

“Istilahnya, saat hujan deras atau banjir sekalipun selat Solo tetap disajikan dalam keadaan dingin,” katanya menjelaskan.

Penyanyi Ruth Sahanaya (kiri) dan Wulandari Kusmadyaningrum alias Mbak Lies.

Kecuali, kata Mbak Lies, khusus menu selat saus merah. “Bisa tidak dingin, tetapi makannya harus diudhak-udhak,” ucap Lilies.

Mendapat penjelasan itu, Jeffrey Waworuntu pun mengerti. “Oh, gitu, ya. Ternyata memang jenis menu dingin, ya. Tapi memang oke dan enak,” katanya, sebagaimana ditirukan Mbak Lies kepada TribunSolo.com. (*)

 

Catatan : Naskah dan foto di atas diambil dari TribunSolo.com

Save

Save

Save

Save

Save

Pak Try Sutrisno Ditemani Keluarga Nikmati Selat

Standar

try-anak600

BANYAK sosok public figure, termasuk artis dan pejabat, pernah menikmati makanan di Warung Selat Mbak Lies, namun kehadiran figur yang satu ini mengagetkan saya. Dialah Try Sutrisno, mantan wakil presiden, yang datang ke Warung Selat Mbak Lies pada hari Sabtu (26/1/2013) pagi menjelang siang lalu.

Saya kaget karena  sosok yang akrab disapa Pak Try tersebut ternyata bersedia datang ke warung makan istri saya.  Dia memang tak lagi menjabat di pemerintahan, dan sudah sepuh, namun   atributnya tak main-main : mantan wakil presiden!

Tentu Pak Try tak datang sendirian. Ia ditemani, antara lain, Ny Try Sutrisno, seorang anak lelaki dan menantu. Adapun anak lelaki Pak Try, yang bernama Letkol Inf Kunto Arif Wibowo, adalah komandan Brigif 6 Kostrad, yang markasnya berada di Mojolaban, Kabupaten Karanganyar, Jateng.

“Saya ingin merasakan Selat Solo,” kata Pak Try ketika saya tanya alasannya datang ke warung makan istri saya, yang berlokasi di Serengan Gang II/42, Serengan, Solo, Jateng, telepon 0271- 653332 ini.

Pak Try sungguh ramah. Ia pun tak tampak galak. Saat saya ajak ngobrol, Pak Try banyak tersenyum dan tertawa. Ia tak keberatan ketika hendak saya potret, tetapi mengingatkan agar tak diprotet saat makan. “Kalau sedang makan dipotret nggak bagus,” ujarnya, kemudian tertawa.

try-keramik600

try-ny-anak600

Ia juga bersedia menandatangani sebuah piring hias yang disodorkan istri saya, sebagai kenang-kenangan bahwa Pak Try pernah makan di Warung Selat Mbak Lies.  Sambil duduk bersama Kunto Arif Wibowo, Pak Try tampak serius menorehkan kalimat di atas piring.  Ny Try  Sutrisno pun sempat mendekat, sambil berdiri, menyaksikan sang suami menulis di atas piring.

try-minil-dkk600

Pak Try dan rombongan menikmati, antara lain, menu Selat Solo dan es degan.  Selesai makan,  Pak Try hendak meninggalkan Warung Selat Mbak Lies. Beberapa pembeli di warung makan istri saya kemudian mengenali sosok Pak Try, dan meminta foto bersama. PakTry pun, dengan senang hati, melayani permintaan tersebut. Termasuk, ketika istri saya dan beberapa pekerja warungnya mengajak berfoto bersama di depan warung.

try-mobil600

Sesudah menghabiskan waktu sekitar 10 menit untuk melayani permintaan berfoto bersama, Pak Try menuju mobil dinas anaknya, yang sudah disiapkan seorang sopir di gang depan Warung Selat Mbak Lies. Ia pun tak langsung masuk mobil berwarna hijau tentara tersebut. Pak Try berdiri di samping mobil, dan melambaikan tangan. Sesudah itu ia masuk mobil, dan saat mobil mulai berjalan Pak Try kembali melambaikan tangan seraya tertawa…. (*)

(*)

Arswendo Atmowiloto Sang Tetangga Kami…

Standar

wendo600

ARSWENDO Atmowiloto (64), yang tinggal di Jakarta, bukan sosok asing bagi keluarga saya. Sebab, kerabat Mas Wendo, panggilan akrabnya, tinggal tak jauh dari Warung Selat Mbak Lies. Mas Wendo, jika ke Solo, pasti datang ke rumah kerabatnya tersebut. Bahkan anak sulung Mas Wendo semasa kecil sampai remaja ikut di rumah kerabat itu, dan dahulu saya mengenalnya secara pribadi.

Hanya, memang, baru satu kali Mas Wendo mampir di warung makan istri saya. Awal Desember 2012 lalu, tepatnya hari Jumat (7/12/2012) siang, Mas Wendo menikmati menu di warung istri saya, yang berlokasi di Serengan Gang II/42 Telepon 0271-653332, Solo, Jawa Tengah, ini.

Saya tak berada di rumah tatkala mantan pemred Tabloid Monitor (sudah lama almarhum) bernama asli Sarwendo tersebut datang ke Warung Selat Mbak Lies.  Saya di Yogyakarta, bekerja sebagai jurnalis di Koran Tribun Jogja.  Sebagaimana biasa, istri saya, Wulandari Kusmadyaningrum alias Lilies, mengabarkan hal-hal menarik di warungnya ke saya melalui ponsel. Andai saya di Solo, tentu saya senang mengobrol dengan Mas Wendo, yang juga dikenal sebagai jurnalis senior itu, meski tak lagi bekerja di media massa. (*)

Shanty Ajak Anak Nikmati Selat MBak Lies

Standar

SHANTY (34), yang sejak sekitar dua tahun lalu bermukim di Hongkong setelah menikahi  bankir asal Ekuador, Sebastian Peredes, muncul di Solo, Selasa (6/11).  Penyanyi yang juga mantan disc jockey MTV bernama lengkap Annissa Nurul Shanty Kusuma Wardhani Heryadie ini antara lain terlihat di warung makan Warung Selat Mbak Lies, di Kampung Serengan II/42.

Penyanyi berkulit hitam dan berambut panjang tersebut tentu saja membawa anak semata wayangnya, Arjuna Lucio Parades, yang masih berusia 20 bulan. Shanty ditemani sang ibu, yang mengenakan kerudung, dan seorang baby sitter.

“Selat Mbak Lies manis, dan sedap,” demikian pujian yang ditulis Shanty  di atas sebuah piring hias, ketika diminta menorehkan komentarnya tentang menu yang ia santap.

Tatkala  diajak berfoto bersama oleh beberapa karyawati Warung Selat Mbak Lies, perempuan yang pernah bermain apik dalam film berjudul Berbagi Suami ini tak keberatan. Ia melayani ajakan tersebut. “Tapi jangan lama-lama, ya, soalnya saya buru-buru,” katanya.

Mengenakan kaos putih dipadu celana panjang doreng dan sepatu merah, Shanty tampak tampil santai. Ia sempat mengajak sang anak bercanda di depan Warung Selat Mbak Lies.  (*)