Silakan Mencuci Tangan di Sini

Standar

BEBERAPA tempat  cuci tangan terbuat dari keramik  dipasang di bagian depan Warung Selat Mbak Lies, di Kampung Serengan Gang II/42 Telepon 0271-653332, Kota Solo, Jawa tengah.  Lengkap dengan ciduk berupa siwur. Pemasangnya, siapa lagi kalau bukan istri saya, sang pemilik warung, yang senang menghias warungnya dengan berbagai pernak-pernik.

Silakan mencuci tangan di tempat ini, sebelum Anda menyantap menu selat-Solo, atau menu lain semisal gado-gado dan sop ayam, atau es teler dan es buah serta jus alpukat atau jus yang lain. Tetapi kalau Anda pilih langsung menyantap makanan, setelah menu yang Anda pesan datang, silakan saja.

Ini Kali Ersamayori Aurora Yatim …

Standar

SAYA searching melalui mesin pencari di internet, dan baru saya tahu bahwa nama lengkap Ersa Mayori adalah Ersamayori Aurora Yatim (32). Perempuan kelahiran Jakarta, 14 Mei 1979, ini adalah model, presenter, dan bintang sinetron yang memulai kariernya dari pemilihan Gadis  Sampul. Adapun  acara yang terkenal yang dibawakannya adalah !nsert, program infotaintment di Trans TV.

Artis cantik berambut panjang itu muncul di warung makan istri saya, Warung Selat Mbak Lies, di Serengan Gang II/42 Telepon 0271-65332, Solo, Jawa Tengah, 5 November 2011 lalu. Tak beda dengan saat-saat sebelumnya tatkala ada sosok terkenal datang ke warung, saya sedang berada di luar kota, yaitu di Yogyakarta, untuk bekerja.

Tak apa. Toh saya bisa memperoleh cerita tentang kedatangan Ersa dari mulut istri saya. Juga, bisa mendapatkan foto-fotonya untuk dipasang di blog ini. Istri saya menggambarkan figur Ersa sebagai artis cantik yang ramah nan banyak senyum.

Ibu dua anak hasil pernikahannya dengan Otto Satria Jauhari, putra bankir Dicky Iskandar Dinata, itu  tak keberatan diminta tanda tangan pada piring hias di Warung Selat Mbak Lies. ia juga senang hati diajak berfoto bersama istri saya maupun beberapa pekerja warung istri saya.

Sepanjang catatan saya, Ersa menjadi figur populer ke sekian yang makan di warung istri saya, yang bernama lengkap Wulandari Kusmadyaningrum itu. Figur-figur lain telah pernah saya tuliskan di blog saya, sejak beberapa tahun lalu. Tentu bukan maksud saya dan istri mengistimewakan sosok semisal Ersa tetapi memang fakta bahwa name make a news. Apa boleh bikin….

Hiasan Warung Terus Bertambah

Standar

HIASAN di Warung Selat Mbak Lies terus bertambah. Tak heran, karena istri saya, sang pemilik warung,  memang senang menghias warungnya dengan berbagai benda yang menurutnya menarik.

Wulandari Kusmadyaningrum, nama istri saya, yang akrab dipanggil Lilies, atau Mbak Lies, tahu saja di tempat mana ia bisa menemukan hiasan-hiasan untuk warungnya, yang berlokasi di Serengan Gang II/42, Solo, Jawa Tengah, Telepon 0271-653332.  Ia pun tak segan mengeluarkan biaya tidak sedikit demi memperoleh hiasan yang ia anggap menarik.

Dahulu kadang-kadang ia saya temani mencari hiasan-hiasan warung sampai ke Jakarta, Surabaya, atau “hanya” ke Yogyakarta. Tetapi sudah cukup lama, sekitar setengah tahun, kami tak membeli pernak-pernik hiasan ke luar Kota Solo. Meski demikian, hiasan di Warung Selat Mbak Lies terus bertambah. Itu karena istri saya memang tahu saja di tempat mana ia bisa menemukan hiasan- hiasan untuk warungnya….

Akhirnya, Ada Bondan di Warung Selat Mbak Lies

Standar

BONDAN Winaro muncul di warung makan istri saya. Ditemani seorang artis, Bondan sebagai host Program Wisata Kuliner datang ke Warung Selat Mbak Lies, 29 September 2011 lalu. Tentu saja bersama rombongan crew dari Trans TV, televisi swasta yang rutin menayangkan Wisata Kuliner setiap hari Sabtu  pukul 07.00 WIB.

Saya sedang bekerja di Yogyakarta tatkala mantan jurnalis Majalah Tempo tersebut syuting di warung selat kami, yang berlokasi di Serengan Gang II/42, Solo, Jawa Tengah. Tak menyaksikan langsung kedatangan Bondan, saya tahu detailnya berdasar cerita istri saya melalui sambungan telepon.


Bondan dan sang artis saat itu memilih duduk di kursi di warung bagian tengah, menghadap selatan.  Sebagaimana saat mengudap masakan di warung-warung makan lain, Bondan juga memuji menu andalan warung istri saya, racikan Selat Solo, sebagai makanan yang mak nyus.

Sebelum ke Warung Selat Mbak Lies, Bondan ber-mak nyus ria di warung makan lain. Selesai mengudap Selat Solo, Bondan dan rombongan menuju ke beberapa lokasi lain, di antaranya Pasar Gede, sebuah pasar tradisonal di Solo.

Adapun sebelum pergi dari warung kami  Bondan menandatangani beberapa piring hias koleksi istri saya, Wulandari Kusmadyaningrum yang lebih populer dengan nama Lilis atau Mbak Lies.  Sepuluh hari kemudian, Minggu (9/10/2011), warung kami pun tayang dalam Program Wisata Kuliner Trans TV, melengkapi tayangan-tayangan sebelumnya.

Masuk Tayangan Televisi Lagi

Standar

WARUNG Selat Mbak Lies, dan tentu saja pemiliknya, masuk tayangan televisi lagi. Hari Jumat (2/9/2011) siang lalu, warung istri saya, Wulandari Kusmadyaningrum alias Lilis (Mbak Lies), tersebut muncul dalam tayangan berita berbahasa China di Metro TV, yaitu Metro Xin Wen.

Saya menyaksikan tayangan tersebut saat berada di tempat kerja, kantor Harian Tribun Jogja, di Yogyakarta. Adapun istri saya, dan para pekerjanya, melihat di rumah sekaligus warung makan kami, di Serengan Gang II/42 Solo, Jawa Tengah.

Beberapa kawan saya maupun kawan istri saya juga menyaksikan tayangan itu. Terbukti, beberapa hari kemudian, ada kawan di Surabaya memberitahu saya via dinding Facebook : ‘selat mbak lis masuk Metro tv minggu wingi. bu jun mesam mesem ae.’

Hahahaha! Saya tertawa membaca pesan dari Kuncarsono Prasetyo, bekas sejawat saya di Harian Surya Surabaya tersebut. Dia tentu tidak tahu bahwa saya juga mesam-mesem tatkala melihat tayangan Metro Xin Wen  Jumat (2/9/2011)  pukul 14.00 WIB tersebut….

Menatap Pembeli dari Kejauhan

Standar

ISTRI saya mengelola sebuah warung makan, yang buka setiap hari antara pukul 10.00-17.00 WIB. (Tentu sudah banyak orang tahu bahwa warung itu bernama Warung Selat Mbak Lies. Sebuah warung makan yang didirikan sekitar 26 tahun silam. Warung makan yang sering muncul di tayangan televisi, hehehehe).

Tentu banyak orang tahu pula tentang jam buka warung tersebut : pukul 10.00-17.00 WIB. Tetapi, hampir setiap hari ada saja pembeli datang sebelum pukul 10.00, tatkala warung belum “resmi” buka; atau datang setelah pukul 17.00, saat warung seharusnya telah tutup.

Apa boleh buat. Namanya juga rezeki : istri saya tak pernah menolak pembeli sebelum pukul 10.00 WIB (asalkan masakan memang sudah siap) maupun sesudah pukul 17.00 WIB (asal kanmakanan memang masih ada alias belum habis).

Kalau pembeli datang setelah pukul 17.00, berarti warung sudah relatif sepi. Hanya ada beberapa pembeli, sebagaimana tampak pada foto pada bagian atas naskah ini. Tetapi, menjelang dan saat jam makan siang serta setelahnya, terutama pada Jumat, Sabtu dan Minggu, jangan tanya jumlah pembeli di warung kami !

Tak percaya? Silakan datang mencoba, kalau selama ini Anda memang belum pernah menikmati menu selat Solo di Warung Selat Mbak Lies, warung yang menyatu dengan rumah keluarga kami di Serengan II/42, Kota Solo, Jawa Tengah….

Si Walang Kekek Pun Menikmati Selat…

Standar

WALDJINAH namanya. Berusia 66 tahun, ia adalah penyanyi keroncong – Jawa yang populer dengan sebutan Si Walang Kekek  (sesuai judul lagu yang pernah melambungkan namanya, sekian tahun silam).

Penyanyi gaek kelahiran Solo, Jawa Tengah, 7 November 1945,  itu beberapa waktu lalu menikmati makanan khas di warung makan istri saya : menu selat-Solo. Saya temukan fotonya, hari Kamis (1/9/2011) sekarang, kemudian saya unggah di blog yang lama tak diupdate ini.  (*)